Restoran cepat saji kini banyak ditemui di Indonesia dan kebanyakan berasal dari merek luar negeri. Restoran tersebut menyajikan makanan sesuai dengan standarisasi pemilik merek, mulai dari ayam, sayuran, minuman, hingga merica putih. Kebanyakan restoran saji mengimpor merica putih untuk restoran mereka dari Singapura. Padahal, Indonesia adalah penghasil merica terbesar kedua di dunia setelah Vietnam, tepatnya di Pulau Bangka Belitung dengan sebutan "Sahang". Mengapa demikian? Hal ini dapat dilihat dari proses pembuatan merica di Indonesia.Di Indonesia, merica hitam didapat dari buah lada yang belum matang kemudian dikeringkan dengan cahaya matahari. Setelah kering, buah lada direndam dalam air hingga kulitnya melunak dan mudah untuk dikupas. Sedangkan merica putih didapat dari buah lada yang sudah matang kemudian direndam dalam air bermikroba hingga kulitnya melunak sehingga mudah dilepas. Akibatnya merica putih yang dihasilkan megandung banyak mikroba dan tidak memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan pemilik merek restoran cepat saji untuk merica putih.
No comments:
Post a Comment