Proses memerah susu sapi harus dilakukan sesuai prosedur setiap hari pada waktu yang sama, hal ini bertujuan untuk:
1. Mendapatkan susu berkualitas
2. Meminimalisir infeksi mastitis
3. Menjaga puting susu tetap bersih dan kering
4. Meminimalisir stress baik pada sapi maupun pemerah
Prosedur memerah susu sapi:
1. Meminimalisir stress
Proses memerah dimulai saat sapi berada di area pemerahan. Memindahkan sapi dari kandangnya harus dilakukan dengan pelan-pelan. Berteriak pada sapi akan membuat sapi stress, begitu juga jika terlalu lama di daam kandang. Usahakan waktu sapi berada paling lama dalam kandang adalah 2 jam. Jika sapi mengalami stress, hormon adrenalin akan mengganggu kerja hormon oxytocin di otak. Hormon oxytocin adalah hormon yang mengatur produksi susu pada sapi dan jika terganggu sapi akan menghasilkan susu berkualitas buruk dalam jangka waktu tertentu.
2. Pakai sarung tangan
Virus mastitis yang berasal dari seekor sapi bisa terus hidup di tangan pemerah dan menularkannya pada sapi lain saat proses pemerahan. Karena itulah sebelum memerah sapi, pemerah harus mencuci tangan dan memakai sarung tangan. Hal ini juga bertujuan untuk melindungi tangan pemerah dari virus matitis dan alergi yang dapat ditimbulkannya.
3. Bersihkan sapi
Jaga sapi agar selalu bersih, membersihkan sapi harus dilakukan sebelum memerah susunya untuk meminimalisir penularan virus matitis. Untuk membersihkan puting, gunakan handuk atau kain kering dan usap dengan pelan. Jika puting sangat kotor, semprotkan air ke putingnya, namun sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan air untuk membersihkan. Puting yang basah akan susah untuk dikeringkan, menyebabkan meningkatnya kemungkinan terinfeksi virus matitis dan membuat susu mengandung banyak bakteri.
4. Forestrip
Forestrip adalah pengecekan susu sapi yang akan diperah, apakah susu terlalu berair atau terdapat virus matitis didalamnya. Forestrip juga berguna untuk memberikan stimulasi pada sapi dan mengurangi kemungkinan susu berkualitas buruk. Forestrip harus dilakukan 10-20 detik per sapi untuk menjaga stimulasi pada sapi.
5. Pencelupan awal
Puting dicelup pada cairan khusus untuk membunuh bakteri dan mengurangi infeksi matitis. Pastikan semua bagian puting tercelup dan biarkan setidaknya 30 detik sebelum dikeringkan.
6. Pengeringan
Gunakan handuk mengeringkan puting sapi. Jangan gunakan handuk yang sama pada dua sapi berbeda. Pastikan ujung puting benar-benar kering agar bakteri tidak masuk melalui ujung puting. Kebersihan handuk juga harus diperhatikan, gunakan handuk yang sudah dicuci dengan deterjen dan sanitizer, dibilas dengan air panas (diatas 140 derajat F) dan dikeringkan dengan siklus pengeringan dengan pemanas.
7. Menyematkan mesin pemerah
Sematkan mesin pemerah 1-1,5 menit setelah stimulasi, pada saat ini hormon oxytocin sedang diproduksi dengan maksimal dan membuat susu berkualitas tinggi.
8. Melepaskan mesin pemerah
Melepaskan mesin pemerah bisa dilakukan dengan cara manual ataupun otomatis. Cara manapun, keduanya harus memperhatikan timing yang tepat. Jika dilepaskan terlalu cepat, mesin yang masih menempel di puting dengan kencang akan melukai puting sapi. Jika terlalu lama, mesin akan terus menyedot puting walaupun susu sudah habis, hal ini juga akan melukai puting sapi dan membuat puting menjadi kendor.
9. Pencelupan akhir
Segera setelah melepaskan mesin pemerah, celupkan puting dengan cairan khusus untuk membunuh bakteria dan virus matitis.
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=mBgon39usbQ