- Diharuskan pemerintah
- Untuk mencantumkannya di kemasan produk
- Untuk Quality Control
- Untuk pengembangan produk (Research and Development)
Menganalisis produk dapat dilakukan secara fisik, kimiawi dan sensori
- Fisik: menganalisa cair/padat, keras/lembek, mudah patah/tidak, mudah pecah/tidak
- Kimiawi: Menganalisis senyawa kimiawi, contoh pada tembakau, menganalisis tar, kadar nikotin, kadar abu, kadar air
- Sensori: menganalisa dengan indera. Contoh: menganalisis tekstur dengan digenggam, aroma dengan dicium
Pemeriksaan kadar air:
- Cara tradisional: panaskan air dengan suhu <100 derajat celcius agar air tidak menguap, kemudian timbang, panaskan lagi dengan suhu yang sama kemudian timbang lagi, ulangi hingga mendapatkan berat yang konstan.
- Cara modern: menggunakan alat pemeriksa kadar air. Sebelum digunakan, alat harus dikalibrasi terlebih dahulu, caranya celupkan alat ke dalam air, buat alat menunjukan angka 100, pindahkan alat ketempat kering dan buat angkanya menunjukan 0. Alat siap digunakan.
Pemeriksaan Mineral:
- Cara yang paling mudah adalah dengan membakar produk hingga menjadi abu, kemudian menganalisis abunya. Abu tersebut hanya mengandung mineral karena karbon dan hidrogen akan menguap di suhu 400 derajat celcius
Pemeriksaan Protein:
- Untuk protein, dapat menggunakan larutan Lowry pada ekstrak produk. Cara lainnya adalah dengan mengukur kadar NH3, karena molekul penyusun protein adalah NH3 (amonia).
Pemeriksaan Lemak:
- Kandungan lemak dapat diperiksa dengan mereaksikannya dengan basa, contohnya NaOH
- Jika terdapat sabun bisa dilakukan dengan cara saponifikasi
- Pada kelapa, buat kelapa menjadi santan dan uapkan airnya, sisa santan tersebut adalah minyak kelapa sekaligus lemak pada kelapa
- Untuk soybean oil dapat dilarutkan dengan hexana
- Pada jagung, kandungan lemknya terdapat pada bagian berwarna putih pada ujung bulir jagung yang menghubungkan bulir jagung dengan batangnya. Untuk memeriksanya ekstrak bagian putih tersebut dan buat menjadi minyak jagung
Pemeriksaan Karbohidrat:
- Pemeriksaan karbohidrat, sebagai kandungan gizi terakhir dapat dilakukan dengan mengurangi kadar pangan dengan kadar air, mineral, protein dan lemak.
Kriteria Analisis Pangan:
- Akurat
- Murah
- Cepat
- Sederhana
- Non-destruktif
- Setifikasi halal
No comments:
Post a Comment